IMG-LOGO
Daerah

Pelajar NU Lowokpadas Gelar Festival Seni Kaligrafi

Rabu 4 Juni 2014 12:54 WIB
Bagikan:
Pelajar NU Lowokpadas Gelar Festival Seni Kaligrafi

Malang, NU Online
Ketua PAC IPNU Blimbing Kota Malang M Faisol Hamza membuka Festival Seni Kaligrafi di masjid Al-Hidayah jalan LA Sucipto Kota Malang. Festival yang diadakan ranting IPNU-IPPNU Lowokpadas ini memberikan saluran kreativitas seni kaligrafi bagi pelajar TK dan SD di kelurahan Pandanwangi.
<>
Festival ini diadakan dalam rangka memperingati hari Isra’ dan Miraj. Kegiatan pagi ini dibuka dengan iringan tabuhan rebana khas IPNU-IPPNU Lowokpadas.

Dalam sambutan, M Faisol menyampaikan betapa pentingnya IPNU-IPPNU memberikan panggung kreativitas bagi para pelajar di tingkat dasar. “Di samping urusan sosial-keagamaan, pelajar NU juga mesti melakukan terobosan dalam bidang seni dan budaya,” kata Faisol.

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPNU Lowokpadas Husein. Menurutnya, festival seni mesti diterapkan sejak dini agar kreatifitas adik-adik kita bisa tersalurkan.

Daftar pemenang seni kaligrafi diumumkan pada hari yang sama, Ahad (1/6). Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para juara, Tanwirotul Fuadha, Diva Prasmono dan Anisa Nabila. (Al-Firsyah/Alhafiz K)

Bagikan:
Rabu 4 Juni 2014 22:1 WIB
Korp Peduli Bencana Alam NU Rekrut Relawan Baru
Korp Peduli Bencana Alam NU Rekrut Relawan Baru

Kudus, NU Online
Dalam upaya merekrut relawan baru, Korp Peduli Bencana Alam Nahdlatul Ulama (KPBANU) Kudus, Jawa Tengah, akan mengadakan Pendidikan dan Latihan Search dan Rescue (Diklat SAR) , Jumat-Ahad (6-8/5).  Kegiatan akan berlangsung di Pantai Bandengan Jepara dengan jumlah peserta 40 orang.
<>
Pengurus KPBANU Syaiful Anas mengatakan, diklat ini dimaksudkan untuk mencari relawan baru KPBA NU yang siap diterjunkan membantu dalam kegiatan kemanusiaan. Diklat juga untuk melatih skill anggota tentang teknik pencarian dan penyelamatan korban manakala terjadi bencana alam.

“Kegiatan ini bertujuan juga mempersiapkan secara dini untuk menanggulangi bencana alam sehingga ketika dibutuhkan mereka (anggota baru) sudah trampil dan siap siaga membantu,” terangnya kepada NU Online di Kantor sekretariat KPBANU Jl Pramuka no 20 Kudus, Selasa (3/5) kemarin.

Ia menjelaskan, Diklat SAR diperuntukkan bagi para relawan baru yang berasal dari anggota maupun kader Fatayat, GP Ansor, dan IPNU, IPPNU dan CBP-KKP Kudus ini. Mereka  akan digembleng dan dibekali  materi SAR air, penyelamatan pertama air, terapi penyembuhan dan evakuasi korban.

“Karena daerah sini itu sering terjadi bencana banjir, pelatihannya ditekankan pada SAR Air dengan dipandu tim instruktur dari Basarnas,” ujar Anas yang juga ketua panitia diklat SAR ini.

Dalam merekrut relawan baru ini, terang dia, para calon peserta  harus memenuhi persyaratan, di antaranya warga NU, usia 17 tahun, sehat jasmani dan rohani, menjunjung tinggi ajaran Aswaja dan sanggup mengikuti pelatihan hingga akhir.

“Para peserta harus sanggup menjadi anggota KPBANU yang siap siaga setiap saat demi misi kemanusiaan,” tandas Anas.

Ia mengharapkan usai diklat para anggota baru harus mampu menjadi relawan yang militan,dedikasi yang kuat menjaga kekompakan dan memperkuat ukhuwwah antar sesama. (Qomarul Adib/Mahbib)

Rabu 4 Juni 2014 20:31 WIB
Mahasiswa NU UNY Bedah Buku Ahlul Bid’ah Hasanah
Mahasiswa NU UNY Bedah Buku Ahlul Bid’ah Hasanah

Yogyakarta, NU Online
Membuka bedah buku “Ahlul Bidah Hasanah”, Habib Ahmad Al-Attos yang diiringi grup hadroh Al-Maqoshid memandu Keluarga Mahasiswa NU Universitas Negeri Yogyakarta dalam pembacaan maulid Simtud Duror di masjid Mujahidin di kampus UNY.
<>
Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus di Yogyakarta, menghadiri peringatan Isra dan Mi’raj yang dikemas dengan bedah buku karya Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, Ahad (1/6). Dalam forum ini, peserta mendengarkan penulisnya sendiri.

Habib Novel di hadapan hadirin menjelaskan latar belakang, definisi, dan contoh-contoh bid’ah hasanah. Ia juga menyebutkan sejumlah contoh bid’ah hasanah yang kerap diamalkan kelompok yang suka membid’ahkan amaliyah warga NU.

Dalam sambutannya, Ketua KMNU UNY Miftachul Mujib berharap, “Semoga hadirin dapat mengambil makna dan esensi dari acara ini. dan mengamalkan ilmu yang didapatkan dari bedah buku ini.”

Dari bedah buku ini, Mujib berharap jama’ah lebih paham tentang bid’ah yang sesungguhnya. Setidaknya, paparan ilmiah dalam bedah buku ini menjadi fondasi penguat keyakinan untuk menjalankan amaliyah-amaliyah NU. (Red: Alhafiz K)

Rabu 4 Juni 2014 20:2 WIB
Masjid Al-Musthofa Jadi Pusat Pengembangan Aswaja
Masjid Al-Musthofa Jadi Pusat Pengembangan Aswaja

Blitar, NU Online
Keinginan warga NU dan Masyarakat  Dusun Tapan Desa Bakung Udanawu, Blitar untuk memiliki masjid yang representatif terpenuhi sudah. Telah diresmikan Masjid Al-Musthofa oleh Bupati Blitar Herry Noegroho di dusun itu pada Seni (2/6).
<>
Masjid di atas tanah wakaf dari mantan Kepala Desa setempat, bernama H Musthofa. Pembanguna masjid  memakan waktu setahun dan menghabiskan dana sekitar Rp 800 juta. Fasilitas masjid tersebut terdiri dari serambi, ruang ta’mir dan remaja masjid, ruang baca, gudang dan perpustakaan di lantai dua.

“Memang masjid ini dibangun lantai dua. Bawah dijadikan tempat ibadah. Lantai atas untuk kegiatan mengaji dan belajar mengaja. Selain itu juga kita lengkapi dengan kantor remaja masjid, perpustakaan dan gudang,’’ ungkap KH Abdul Muhaimin Ketua Pembina Masjid Al-Musthofa kepada NU Online Selasa malam (3/6).

Dijelaskan Muhaimin, untuk membangun memakan waktu satu tahun dengan biaya sekitar Rp 800 jutaan. Dana diambil mayoritas dari masyarakat sekitar. “ Meski sudah diresmikan, beberapa fasiltas masih perlu diperbaiki. Misalnya ruang ta’mir dan remaja masjid masih perlu dipoles lagi. Bahkan fasiltas  yang dibutuhkan seperti computer dan print juga belum ada,’’ katanya.

Menurutnya, sebelum di resmikan, masjid yang berlokasi di Jl. Raya Bakung Udanawu 29 selama ini sudah dijadikan tempat kegiatan masyarakat umum. Misalnya lantai bawah Istghotsah Kubro siswa SDN Negeri se Kecamatan Udanawu menjelang UN lalu.

Juga, lanjut dia, istighotsah warga NU se-Kecamatan Udanawu dan shalat Jum’at dan lima waktu.“Alhamdulillah kegiatan Jum’atan sudah mulai berjalan. Ada sekitar 200 jamaah yang aktif. Kalau untuk shalat lima waktu rutin ada 70 an orang. Khusus Magrib  dan Isya’lebih dari itu,’’ katanya.

Panitia, lanjut Muhaimin  memang membebaskan kepada masyarakat untuk memanfaatkan masjid tersebut. Namun  dengan catatan digunakan untuk aktivitas yang bernuansa ajaran Islam Ahlussunah wal-Jamaah dan leadership remaja ahlussunahWaljamaah ala Thoriqotul Jam’iyatul Nahdlatu Ulama.

“Pokoknya untuk kegiaatan NU dan Banomnya tidak ada masalah karena masjid ini memang sudah masuk anggota Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU),’’ tambah Nuryani anggotaTa’mir masjid yang lain.

Ia berharap, masjid yang baru tersebut akan menjadi masjid yang barokah. Selain untuk kegiatan ibadah juga sekaligus untuk menjadi tempat pengembangan Islam Ahlussunah wal-Jamaah.

”Kita laksanakan khotmin Qur’an setiap minggu bagi masyarakat. Para kiai di sekitar  Blitar kita hadirkan untuk member mauidhoh kepada warga masyarakat. Misalnya KH Harun Ismail, KH Noer Hidayatulloh, Kiai Nasruddin, KH Diya’uddin Azam-Zami dan lainnya,’’ pungkasnya. (Imam kusnin/Abdullah Alawi)


Keterangan foto: Bupati Blitar Herry Noegroho saat peresmian Masjid Al-Musthofa Udanawu

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG