IMG-LOGO
Nasional

Ini Sikap NU terkait Polemik Investasi Dana Haji untuk Proyek Infrastruktur

Sabtu 25 November 2017 15:3 WIB
Bagikan:
Ini Sikap NU terkait Polemik Investasi Dana Haji untuk Proyek Infrastruktur
Lombok Barat, NU Online
Forum Bahtsul Masail Waqi‘iyah Munas Alim Ulama-Konferensi Besar NU 2017 menyatakan bahwa pada prinsipnya dana setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) boleh secara syar’i diinvestasikan sejauh investasi itu dianggap bermaslahat dan menguntungkan.

KH Yasin Asmuni yang mewakili Komisi Waqiiyah Munas NU 2017 dalam Sidang Pleno PBNU mengatakan, “Boleh selama investasi tersebut dinilai paling mashlahat semisal diinvestasikan pada proyek yang aman dan memberi keuntungan yang jelas.”

Demikian dikatakan Kiai Yasin ketika menyampaikan Hasil Bahtsul Masail Waqi‘iyah Munas NU 2017 terkait masalah investasi dana haji untuk proyek infrastruktur dalam Sidang Pleno PBNU di Pesantren Darul Quran, Bengkel, Lombok Barat, Sabtu (25/11) pagi.

Keuntungan investasi itu, kata Kiai Yasin, menjadi milik lembaga calon jamaah haji (CJH). Jika terjadi kerugian, maka pihak yang bertanggungjawab adalah pihak yang ceroboh, baik dari pihak Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) maupun dari pihak pemerintah.

Status dana setoran awal BPIH itu sendiri, kata Kiai Yasin ketika menyampaikan amanat forum, adalah milik CJH yang dikuasakan kepada pemerintah untuk dikelola dengan prinsip kemashlahatan dan digunakan sebagai ongkos haji.

Terkait penggunaan hasil investasi setoran awal BPIH untuk menyubsidi silang jamaah, Forum Bahtsul Masail Waqi‘iyah Munas-Konbes NU 2017 menyatakan boleh. “Diperbolehkan karena subsidi silang termasuk kebijakan bernilai mashlahat dalam pengelolaan dana haji,” kata Kiai Yasin.

Hasil bahtsul masail komisi waqiiyah, maudhuiyah, dan qanuniyah ini disahkan oleh Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud dengan surat Al-Fatihah.

Forum ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri atas para kiai utusan PWNU dan para kiai utusan pesantren se-Indonesia. sedangkan Perumus bahtsul masail komisi ini antara lain adalah KH Azizi Hasbullah, KH Yasin Asmuni, Kiai Asnawi Ridwan, dan sejumlah kiai lainnya.

Sebagaimana diketahui bahwa forum ini berlangsung di Pesantren Darul Falah, Pagutan, Mataram, Jumat (24/11). (Alhafiz K)

Bagikan:
Sabtu 25 November 2017 23:59 WIB
Terkait Teror di Mesir, PBNU: Dunia Harus Selalu Awas
Terkait Teror di Mesir, PBNU: Dunia Harus Selalu Awas
(Foto: dok. AFP)
Mataram, NU Online
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Rumadi Ahmad mengatakan, dunia harus selalu waspada dan tidak boleh lengah terhadap terorisme. Baginya, teror bom yang menghantam sebuah masjid di Sinai Mesir menjadi pelajaran bagi dunia untuk selalu awas. Meski Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sudah berhasil dikalahkan, namun mereka masih bisa melakukan serangkain teror.

“Dunia internasional tidak boleh lengah terhadap terorisme dan kelompok ISIS,” katanya usai menghadiri acara Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Pesantren Darul Qur’an Bengkel Nusa Tenggara Barat, Sabtu (25/11).

Menurut dia, ke depan kelompok-kelompok terorisme akan semakin brutal dan sewaktu-sewaktu melakukan terorisme di tempat-tempat yang tidak terduga sebelumnya. Ia menilai, ISIS dan jaringan-jaringannya masih harus terus diwaspadai meski keberadaan mereka di Irak dan Suriah semakin terpinggirkan.

Ia menyebutkan, apa yang dilakukan kelompok ISIS tersebut tidak bisa dicerna oleh akal sehat meski dilihat dari sisi manapun. 

“Itu juga tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Pada Jumat lalu (24/11), Masjid Al-Rawdah di Bir al-Abed Sinai diserang kelompok jihadis militan. Peristiwa yang terjadi pada saat salat Jumat itu menewaskan sedikitnya 235 orang dan melukai 109 lainnya. Meski sampai saat ini ISIS belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun dilaporkan pelaku bom Mesir itu membawa bendera ISIS ketika menjalankan aksinya tersebut. (Muchlishon Rochmat)
Sabtu 25 November 2017 23:39 WIB
Percepat Infrastruktur Daerah, Menpora Wacanakan PON 2 Tahun Sekali
Percepat Infrastruktur Daerah, Menpora Wacanakan PON 2 Tahun Sekali
Medan, NU Online
Saat meninjau perkembangan GOR Basket di Medan, Sabtu (25/11) malam, Menpora menyampaikan kembali gagasannya menggelar PON dengan memperpendek waktu pelaksanaan dan tuan rumah bersama. Dua tahunan dan dua provinsi tuan rumah merupakan terobosan baru agar infrastruktur olahraga cepat merata di seluruh daerah.

Hingga nanti 2020 di Papua, pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 masih berdurasi empat tahunan dan satu provinsi sebagai tuan rumah. Diharapkan setelah itu ada sebuah percepatan, sehingga waktunya lebih pendek dan tuan rumah makin banyak sehingga pemerataan kesempatan makin cepat didapatkan.

"Perlu dukungan daerah, gagasan PON dua tahunan dan dua provinsi sebagai tuan rumah bersama diharapkan ada percepatan pembangunan infrastruktur olahraga di daerah. Dengan demikian diharapkan prestasi olahraga makin cepat menanjak dan berkembang," kata Menpora.

Sudah ada yang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah PON setelah Papua termasuk Sumatera Utara, segera cari terobosan bersama seluruh pemegang kebijakan agar ada perubahan waktu pelaksanaan sebagaimana gagasan tersebut.

"Saya berharap kita semua dapat duduk bersama untuk kepentingan olahraga. Setelah Papua nanti, semoga dapat dilaksanakan tidak di tahun 2024 tetapi lebih awal di tahun 2022 dengan tuan rumah dua provinsi. Dengan demikian infrastruktur akan merata karena tuan rumah pasti memacu, dan dampak lahirnya atlet-atlet baru semakin terbuka lebar di seluruh Indonesia," tutupnya. (Red-Zunus)
Sabtu 25 November 2017 19:0 WIB
Hidup Sebatang Kara, Nenek Ini Dibangunkan Rumah
Hidup Sebatang Kara, Nenek Ini Dibangunkan Rumah
Mataram, NU Online
Inaq (Nenek) Munah, perempuan 80 tahun, warga Dusun Panggungan, DesaMandana Raya, Lombok Timur, yang rumahnya hancur diterjang banjir bandang pada Sabtu pekan lalu, akan kembali memiliki rumah. 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care-LAZISNU, akan membangun rumah pengganti untuk Inaq Munah. Proses penyerahan secara simbolis berlangsung saat Penutupan Munas Konbes NU, Sabtu (25/11) di Pesantren Darul Quran, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zainy, Ketua LAZISNU Syamsul Huda menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan rumah tersebut.


“Inaq Munah punya dua anak perempuan, tapi tinggal di Bima. Selama ini Inaq tinggal sendirian,” kata Suparman pendamping Inaq Munah sesaat sebelum penyerahan bantuan.

Sebelumnya NU Care-LAZISNU, PW LAZISNU NTB, dan panitia Munas Konbes 2017 melakukan penggalangan dana untuk korban banjir bandang Lombok Timur. Penggalangan dilakukan saat pembukaan Munas Konbes NU, Kamis (23/11); konser Wali Band di arena Munas, Jumat (24/11), dan beberapa saat sebelum penutupan Munas.

Dari penggalangan itu terkumpul uang senilai 20 juta rupiah. Selanjutnya proses pembangunan rumah Inaq Munah akan dikoordinasikan dengan PW LAZISNU NTB.

Seperti diberitakan, banjir bandang menerjang permukiman dan lahan di 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Banjir terjadi karena meluapnya dua embung di bagian bawah Bendungan Pandandure. Banjir bandang diperparah karena  buruknya drainase dan kerusakan ekosistem sungai.

Sedikitnya 2 orang meninggal dunia, 367 rumah rusak yang meliputi 125 rumah rusak berat, 223 rumah rusak sedang, 19 rumah rusak ringan; rusaknya 14 jembatan dan 1 buah masjid. Banjir juga menyebabkan 643 kepala keluarga atau lebih dari 2.280 jiwa mengalami dampak langsung. (Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG