::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo Dukung Keaktifan Badan Wakaf Indonesia

Senin, 04 Desember 2017 19:15 Daerah

Bagikan

Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo Dukung Keaktifan Badan Wakaf Indonesia
Kiai MN Harisudin, Sekjen Keluarga Alumni Ma'had Aly Situbondo
Jember, NU Online
Ditetapkannya Mohammad Nuh menjadi Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggantikan Slamet Rianto (29/11) menjadikan lokomotif BWI diharapkan bergerak semakin gencar.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Keluarga Alumni Ma’had Aly (Kamaly) Situbondo Kiai MN Harisudin berharap, Nuh sebagai ketua yang baru akan banyak melakukan terobosan untuk meraih Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Hal tersebut disampaikan Kiai Harisudin di sela-sela kegiatan padatnya di IAIN Jember, Senin (4/12).

Menurut Kiai Harisudin, selama ini, peran wakaf masih terpinggirkan.

“Saya heran, padahal UU No.41 tentang Wakaf sudah terbit tahun 2004. Namun, peran dan geliat Badan Wakaf Indonesia masih belum menggembirakan," ungkapnya.

Menurut Kiai Harisudin, hal itu berbeda dengan zakat yang UU terbit lima tahun sebelumnya, yaitu UU No.38 tahun 1999, yang kini sudah dapat dirasakan.

"Setiap kabupaten punya Baznas dan minimal pendapatnya 2 miliar per tahun. Ini kan luar biasa. Makanya, ayo juga BWI-nya,” tukas kiai muda yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Jember.

Padahal, masih menurut Kiai Harisudin, sesungguhnya kemiskinan bisa diselesaikan dengan memaksimalkan dua hal yakni zakat dan wakaf.

"Demikian juga menyejahterakan umat Islam juga dengan melalui zakat dan wakaf. Kalau kedua lembaga ini kuat di negeri ini, sudahlah negara kita tidak perlu hutang ke luar negeri. Cukup menggunakan dana zakat dan wakaf," tambah pria yang juga Wakil Ketua LTN PWNU Jawa Timur itu.

Seperti diketahui, Kamaly Situbondo adalah himpunan alumni Ma’had Aly Situbondo yang berdiri sejak tahun 1991. Hingga kini, ada sekitar 300 alumni Ma’had Aly Situbondo dengan kompetensi ahli fiqh dan ushul fiqh yang tersebar di seluruh Indonesia mulai Sabang sampai Merauke.

Ma’had Aly sendiri didirikan KHR As’ad Syamsul Arifin dan diharapkan mencetak lulusan ulama berkompeten. Para alumni dengan berbagai profesi seperti dosen, anggota DPRD, pengasuh pesantren, pengusaha. Keberadaan mereka diharapkan dapat terlibat dalam upaya membangun bangsa.   

Dalam Silaturrahim Nasional II pada 12 Pebruari 2017 silam di Situbondo, Kamaly Situbondo menggelar seminar dengan dua tema yang dibahas yakni Dana Zakat dan dana Abadi Umat (haji). Rekomendasi dari seminar tersebut dikirimkan ke Presiden Jokowi. (Sohibul Ulum/Kendi Setiawan)