IMG-LOGO
Daerah

Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo Dukung Keaktifan Badan Wakaf Indonesia

Senin 4 Desember 2017 19:15 WIB
Bagikan:
Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo Dukung Keaktifan Badan Wakaf Indonesia
Kiai MN Harisudin, Sekjen Keluarga Alumni Ma'had Aly Situbondo
Jember, NU Online
Ditetapkannya Mohammad Nuh menjadi Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggantikan Slamet Rianto (29/11) menjadikan lokomotif BWI diharapkan bergerak semakin gencar.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Keluarga Alumni Ma’had Aly (Kamaly) Situbondo Kiai MN Harisudin berharap, Nuh sebagai ketua yang baru akan banyak melakukan terobosan untuk meraih Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Hal tersebut disampaikan Kiai Harisudin di sela-sela kegiatan padatnya di IAIN Jember, Senin (4/12).

Menurut Kiai Harisudin, selama ini, peran wakaf masih terpinggirkan.

“Saya heran, padahal UU No.41 tentang Wakaf sudah terbit tahun 2004. Namun, peran dan geliat Badan Wakaf Indonesia masih belum menggembirakan," ungkapnya.

Menurut Kiai Harisudin, hal itu berbeda dengan zakat yang UU terbit lima tahun sebelumnya, yaitu UU No.38 tahun 1999, yang kini sudah dapat dirasakan.

"Setiap kabupaten punya Baznas dan minimal pendapatnya 2 miliar per tahun. Ini kan luar biasa. Makanya, ayo juga BWI-nya,” tukas kiai muda yang juga Dosen Pascasarjana IAIN Jember.

Padahal, masih menurut Kiai Harisudin, sesungguhnya kemiskinan bisa diselesaikan dengan memaksimalkan dua hal yakni zakat dan wakaf.

"Demikian juga menyejahterakan umat Islam juga dengan melalui zakat dan wakaf. Kalau kedua lembaga ini kuat di negeri ini, sudahlah negara kita tidak perlu hutang ke luar negeri. Cukup menggunakan dana zakat dan wakaf," tambah pria yang juga Wakil Ketua LTN PWNU Jawa Timur itu.

Seperti diketahui, Kamaly Situbondo adalah himpunan alumni Ma’had Aly Situbondo yang berdiri sejak tahun 1991. Hingga kini, ada sekitar 300 alumni Ma’had Aly Situbondo dengan kompetensi ahli fiqh dan ushul fiqh yang tersebar di seluruh Indonesia mulai Sabang sampai Merauke.

Ma’had Aly sendiri didirikan KHR As’ad Syamsul Arifin dan diharapkan mencetak lulusan ulama berkompeten. Para alumni dengan berbagai profesi seperti dosen, anggota DPRD, pengasuh pesantren, pengusaha. Keberadaan mereka diharapkan dapat terlibat dalam upaya membangun bangsa.   

Dalam Silaturrahim Nasional II pada 12 Pebruari 2017 silam di Situbondo, Kamaly Situbondo menggelar seminar dengan dua tema yang dibahas yakni Dana Zakat dan dana Abadi Umat (haji). Rekomendasi dari seminar tersebut dikirimkan ke Presiden Jokowi. (Sohibul Ulum/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Senin 4 Desember 2017 23:45 WIB
Lamandau Kini Punya Anggota Baru Banser-Fatser NU
Lamandau Kini Punya Anggota Baru Banser-Fatser NU
Lamandau, NU Online
Sebanyak 128 peserta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Dilatsar) angkatan pertama telah resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lamandau. Mereka berasal dari hampir seluruh Kecamatan di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Mereka dinyatakan lulus menjadi Banser-Fatser setelah mengikuti seluruh proses Diklatsar yang diadakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Lamandau yang berlangsung di Nanga Bulik selama tiga hari, 1-3 Desember 2017.

"Alhamdulillah, dari 176 peserta yang mendaftar pada Diklatsar Banser-Fatser angkatan pertama ini, 128 diantaranya telah dinyatakan lulus dan kini resmi menjadi anggota Banser-Farser Lamandau. Adapun sisanya dinyatakan tidak lulus karena tidak menjalani semua atau sebagian proses selama Diklatsar berlangsung," ungkap Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamandau, Salman Azzuhri, Ahad (3/12) malam.

Salman menyebut, 128 peserta yang dinyatakan lulus Diklatsar meliputi 123 Banser (laki-laki) dan lima lainnya adalah Fatayat Serbaguna (Fatser/perempuan). Kesemuanya dipastikan telah mengikuti seluruh materi yang disuguhkan selama Diklatsar, baik materi yang sifatnya kognitif, afektif maupun psikomotorik,

"Mulai materi yang berkaitan dengan materi ke-NU-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an, ke-Indonesia-an atau wawasan kebangsaan, bela diri, hingga materi lapangan seperti pengamanan dan pengaturan lalu lintas," tambah Salman.

Diresmikannya anggota baru Banser-Fatser Lamandau ini juga ditandai dengan proses pembaiatan.

Salman mengatakan bahwa meski 128 peserta telah mengikuti semua materi yang disuguhkan, namun ditegaskan bahwa tanggung jawab untuk menjadi Banser-Fatser sesungguhnya belumlah selesai.

Pasalnya, kata dia, setelah Diklatsar tersebut para anggota Banser-Fatser yang baru ini tetap berkewajibkan untuk mengikuti proses pengkaderan selanjutnya dibawah komando Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser dan PC GP Ansor kabupaten Lamandau.

"Sebutannya juga Diklatsar, artinya semua materi yang disampaikan itu sifatnya adalah materi dasar, artinya anggota Banser-Fatser baru tersebut nantinya wajib untuk aktif mengikuti proses pengkaderan selanjutnya," tuturnya.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Lamandau, Saifudin Zuhri mengku bangga atas antusiasme serta kesungguhan peserta dalam mengikuti seluruh proses Diklatsar. Terlebih, kata dia, jumlah maksimal peserta yang awalnya hanya diarget sekira 70-100 orang, namun faktanya ternyata melampaui ekspektasi. 

Jumlah peserta Diklatsar tersebut juga disebut-sebut sebagai Diklatsar dengan peserta terbanyak dalam satu angkatan jika dibanding dengan peserta Diklatsar daerah lain di Kalimantan Tengah. Kondisi itu sangat disyukuri jajaran pengurus Ansor, apalagi Lamandau sendiri merupakan daerah baru karena baru berdiri sebagai kabupaten pada 15 tahun lalu.

"Saya juga berharap agar anggota Banser-Fatser yang baru hasil dari Diklatsar angkatan pertama di Lamandau ini tidak hanya banyak secara jumlah, namun juga dapat menjadi 'militer' NU yang militan, militan dalam menjadi benteng ulama, pembela agama, bangsa dan negeri. Karena bagi NU, Pancasila sudah Final dan NKRI Harga Mati!" serunya.

Diketahui, guna memastikan lancarnya kegiatan Diklatsar, pihak panitia juga sengaja mengundang sedikitnya tiga orang instruktur dari Satkornas Banser pusat selama Diklat berlangsung. Sebelumnya, kegiatan Diklatsar tersebut juga secara resmi dibuka oleh ketua PC NU Lamandau, Kiai Hamim, Jumat (1/12). (Hendi Nurfalah/Kendi Setiawan)

Senin 4 Desember 2017 23:15 WIB
LAZISNU Tangsel Berikan Beasiswa kepada Santri Tahfidz
LAZISNU Tangsel Berikan Beasiswa kepada Santri Tahfidz
Tangerang Selatan, NU Online
NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan memberikan beasiswa kepada para santri tahfidz, Ahad (3/12). Pemberian beasiswa berlangsung dalam rangkaian Maulid Nabi di Pondok Tahfidz Terpadu Nurul Quran Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

"Santri yang mendapatkan beasiswa adalah santri yang sudah menghafal Al Qur'an dua hingga tiga juz," kata Direktur NU Care-LAZISNU Tangsel, Rizki Subagia.

Menurut Rizki, diantara santri tersebut  ada 3 santri yang kurang mampu dari segi perekonomian, sehingga pemberian beasiswa juga sangat tepat sasaran.

"Bantuan beasiswa ini kami berikan kepada santri sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap generasi penghafal Al Quran," katanya.

Beasiswa berupa uang tunai untuk keperluan sekolah diberikan kepada Ira (12), Ridho (8), Nisa (10), Aldi (8).

Rizki menambahkan, dana beasiswa bersumber dari donasi warga melalui Kaleng Barokah NU Care-LAZISNU.

"Kaleng Barokah yang saat ini sudah tersebar sekitar 500 buah," tuturnya.

Kaleng Barokah tersebar di wilayah Tangerang Selatan, khususnya Kecamatan Setu, memudahkan warga yang ingin membantu memberikan sedekahnya.

"Kaleng barokah ini sangat membantu masyarakat menyalurkan bantuannya dan sangat berguna. Terutama untuk membantu beasiswa dan masyarakat yang tidak mampu", ungkapnya.

Salah satu penerima beasiswa, Ira mengungkapkan dirinya merasa terbantu dengan beasiswa ini.

"Saya akan gunakan untuk biaya sekolah memenuhi pembayaran SPP," ujar Ira.

Sementara itu, Kepala  Penyuluhan Agama Kecamatan Setu, Sanusi, mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini bernilai positif. Harapan saya, semoga LAZISNU dapat membantu bagi anak-anak yang semangat belajar tapi minim dalam pembiayaan," katanya.

Selain itu, keberadaan LAZISNU agar dapat terasa sampai kepada semua lapisan masyarakat yang tidak mampu.

"Semoga LAZISNU bisa terus membantu agar keberadaannya dapat dirasakan oleh semuanya,"  tuturnya. (Nubzah Tsaniyah/Kendi Setiawan)

Senin 4 Desember 2017 22:10 WIB
Mahasiswa Unusia Turun ke Jalan Bantu Korban Bencana Pacitan dan Yogyakarta
Mahasiswa Unusia Turun ke Jalan Bantu Korban Bencana Pacitan dan Yogyakarta
Jakarta, NU Online
Sebagai bentuk peduli bencana banjir dan longsor yang menimpa Pacitan Jawa Timur dan DIY Yogyakarta, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STAINU Jakarta, Cabang Jakarta Pusat dan para mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melakukan penggalangan bantuan.

Penggalangan dilakukan dengan turun langsung ke jalan di berapa tempat, sejak Kamis-Senin, 30 November-4 Desember 2017.

"Aksi ini juga merupakan bentuk usaha untuk mengimplementasikan Nilai Dasar Pergerakan dan paham Aswaja yang memang di anut oleh organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)," kata Koordinator Aksi, Dimas Prayoga.

Sementara itu, Erik Alga Laksana dari PMII Komisariat STAINU Jakarta mengungkapkan sejak pertama mendengar berita bencana banjir dan longsor yang terjadi di Pacitan dan DIY Yogyakarta, sebagai mahasiswa sangat prihatin atas bencana yang menimpa dua daerah tersebut.

Pada hari pertama, sebanyak 10 mahasiswa diterjunkan, dengan menggunakan 7 kardus di tempeli kertas berslogan Mahasiswa dan Masyarakat Bergerak!!! Peduli Korban Banjir dan Tanah Longsor di Yogyakarta dan Pacitan. #Kamu.Kami.Temani. PK.PMII STAINU Jakarta Cabang Jakarta Pusat.

Melihat slogan dan aksi para mahasiswa tersebut membuat banyak orang ikut serta membantu dengan memberikan sumbangan berupa uang.

Ada beberapa tempat yang menjadi titik penggalangan dana, diantaranya di sekitar Stasiun Manggarai, Lampu Merah Metropol, Stasiun Cikini, Depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan di Bundaran Hotel Indonesia.

Pada Ahad (3/12) penggalangan dilakukan di area Car Free Day (CFD), Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.

Hingga berita ini diturunkan sedikitnya 5 juta rupiah telah terkumpul dari hasil penggalangan. Hasil dari aksi penggalangan dana tersebut nantinya akan diserahkan melalui NU Care-LAZISNU.

Selain penggalangan dana, kepedulian juga dilakukan dengan mengumpulkan pakaian-pakain layak pakai yang akan dikirimkan kepada warga di lokasi terdampak.

"Semoga bisa sedikit membantu dan meringankan korban bencana tersebut. Amin," harap Erik. (Red: Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG