IMG-LOGO
Daerah

Yayasan Menara Kudus Ajak Masyarakat Teladani Sunan Kudus

Jumat 6 April 2018 9:0 WIB
Bagikan:
Yayasan Menara Kudus Ajak Masyarakat Teladani Sunan Kudus
Kudus, NU Online
Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengajak masyarakat Kabupaten Kudus untuk bernostalgia dan meneladani Sunan Kudus melalui acara Jagong Gusjijang di Komplek Menara Kudus Jawa Tengah, Kamis (5/4).

“Acara malam ini panitia mencoba untuk menghadirkan kembali peradaban 500 tahun yang lalu,” ujar Moderator Acara Abdul Jalil.

Jalil juga mengungkapkan beberapa nilai-nilai penting dan teladan Sunan Kudus yang berhasil mewujudkan pluralisme di Jawa, di mana Kudus tempo doeloe adalah satu-satunya kota di dunia yang telah dihuni oleh ragam kepercayaan dan rukun.

“Kedamaian memang telah ada di berbagai belahan dunia. Tapi kebayakan karena memang umat di dalamnya seragam. Tapi di Kudus beragam, salah satu pengikatnya yaitu Gusjigang,” kata Dosen STAIN Kudus itu.

Dikatakan, pada 500 tahun lalu sebenarnya kita juga telah memiliki kode angka khusus yang luar biasa, cuma kita saja yang tidak mengerti penerapannya.

Pengurus Yayasan Menara Kudus KH Saifudin Luthfi menuturkan, sejak berdirinya Masjid Menara Kudus selalu melekat di hati masyarakat, bahkan sebutan Masjid Menara lebih familiar diucapkan masyarakat ketimbang Masjid Al-Aqsho Kudus. Dirinya bahkan membuat nadham khusus untuk mengingat jasa Sunan Kudus ini.

“Masjid Al-Aqsho di Kudus dibangun Sayyid Ja’far Shodiq Sunan Kudus pada tanggal 19 Rajab 1439 H. Sesungguhnya Sunan Kudus telah kembali pada Allah meninggalkan kekuasaan dan peradaban untuk kita,” kata Mbah Ipud, sapaan akrab KH. Saifudin Luthfi.

Dalam acara ini Budayawan, Thomas Budi Santoso, berkesempatan membacakan puisi “Bermula dari Al-Quds” karangan Mukti Sutarman Espe. Hadir juga membacakan puisi, penyair kondang Sosiawan Leak dan Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien, Rembang  KH Musthofa Bisri yang membacakan Cerpennya “Gus Jakfar”. (Farid/Muiz
Bagikan:
Jumat 6 April 2018 23:30 WIB
OJK Lampung Jajaki Pengembangan Ekonomi Syariah di Pringsewu
OJK Lampung Jajaki Pengembangan Ekonomi Syariah di Pringsewu
Pimpinan OJK dan MUI Lampung Beserta Bupati Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Dalam rangka pengembangan ekonomi syariah di Kabupaten Pringsewu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung melakukan penjajakan potensi ekonomi syariah di kabupaten dengan pendapatan APBD tahun 2018 sebesar 1,2 triliun ini. 

Untuk percepatan program ini, OJK Lampung menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pencetus ekonomi syariah dengan paradigma baru bernama “Arus Baru Ekonomi Indonesia”.

Dipilihnya Kabupaten Pringsewu ini bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan KH Sujadi, Mustasyar PCNU Pringsewu, kabupaten dengan potensi ekonomi tinggi ini berinisiatif mewujudkan pasar syariah yang diharapkan mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

"Untuk mewujudkan ini (pasar syariah, red) dibutuhkan usaha mengubah mindset (pola pikir) masyarakat, praktisi dan segenap elemen terkait agar konsep syariah dapat benar-benar terwujud," kata Bupati Pringsewu saat menerima Kepala OJK Lampung Indra Krisna dan Ketua Umum MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid di kantornya, Jumat (6/5).

Hal ini diamini oleh Ketua Umum MUI Lampung dengan menjelaskan bahwa arus baru ekonomi Indonesia yang digagas oleh Ketum MUI KH Ma'ruf Amin ini harus dapat diaplikasikan kedalam seluruh sendi kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia.

"Bukan hanya makanan dan minuman saja yang halal dan sesuai syariah. Saat ini life style (gaya hidup) juga harus halal. Semisal sekarang ini di Lampung sudah ada hotel syariah dan ini menegaskan bahwa tidak ada alasan di Lampung untuk tidak mewujudkan wisata syariah," tegasnya.

Sementara itu Kepala OJK Lampung Indra Krisna menjelaskan bahwa langkah untuk mewujudkan ekonomi syariah ini adalah dengan menfokuskan tiga hal, yaitu pembentukan Tim Percepatan Akses  Keuangan Daerah (TPAKD), pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), dan pengembangan pasar syariah, pasar riil dan keuangan syariah.

"Pembentukan TPAKD merupakan tindak lanjut dari Radiogram Menteri Dalam Negeri No.T-900/ 634/ Keuda tanggal 19 Februari 2016 yang isinya meminta Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Walikota bersama-sama OJK untuk membentuk TPAKD di provinsi, kabupaten, kota," kata Indra.

Inisiatif pembentukan TPAKD ini lanjutnya dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan untuk meningkatkan percepatan akses keuangan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dengan langkah ini terangnya diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat yang pada akhirnya masyarakat juga yang akan merasakan manfaatnya.

"Jangan sampai uang Lampung dibawa ke Jakarta," jelasnya pada pertemuan yang dihadiri oleh sekretaris daerah, para pejabat dinas terkait dan MUI Kabupaten Pringsewu ini. (Muhammad Faizin)

Jumat 6 April 2018 23:0 WIB
Ulama Jateng Ingatkan Paslon Cagub Tidak Eksploitasi Pesantren Sebagai Isu Kampanye
Ulama Jateng Ingatkan Paslon Cagub Tidak Eksploitasi Pesantren Sebagai Isu Kampanye
Salatiga, NU online
Para kyai pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah mengingatkan kepada dua Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Jateng, agar tidak menjadikan isu permasalahan pondok pesantren dan madrasah diniyah (Madin) sebagai komoditas politik untuk memperoleh dukungan dalam Pilgub Jateng Juni mendatang.

Peringatan para kyai pesantren itu, mengemuka ketika Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori dan Ketua DPW PPP Jateng H Masruhan Syamsurie tampil dalam  halaqah dengan membawakan subtema 'Mau Dibawa Kemana Jateng Lima Tahun Ke depan'di Salatiga Jawa Tengah. 

Kegiatan halaqah yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah (MUI Jateng) diikuti 150 ulama di Hotel Laras Asri Salatiga Jawa Tengah, Rabu-Kamis (4-5/4).

Kedua paslon beberapa waktu lalu dalam kampanye di berbagai daerah berjanji akan memikirkan nasib pesantren dan madrasah diniyah (madin) yang saat ini masih termarginalkan. Kebijakan 20% APBN/APBD yang diamanatkan untuk dialokasikan membiayai pendidikan sentuhannya terhadap dua lembaga ini sangat tipis sekali.

Kedua narasumber, yakni Gus Yusuf dan Masruhan berharap para ulama di Jateng agar selalu mendampingi jamaahnya dalam merespon isu-isu Pilgub, perbedaan pilihan yang ada jangan sampai meruncing, agar pesta demokrasi di Jateng benar-benar berlangsung secara beradab dan tenang serta damai. (Red:Muiz)

Jumat 6 April 2018 22:15 WIB
IPPNU DKI Jakarta Sambut Baik Kampanye Budaya Tertib di Ibu Kota
IPPNU DKI Jakarta Sambut Baik Kampanye Budaya Tertib di Ibu Kota
Bogor, NU Online
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) DKI Jakarta mengapresiasi diskusi kepemudaan terkait hidup tertib yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta pada 3-6 April 2018 di Grand Prioritas Hotel, Puncak, Bogor. Pelajar putri NU Jakarta ini mendukung sosialisasi budaya hidup tertib di ibu kota.

Sementara pihak Kesbangpol DKI Jakarta mengampanyekan budaya 5T, yaitu tertib hunian, tertib sampah, tertib berlalu lintas, tertib berdagang, dan tertib mengemukakan pendapat di muka umum.

Ketua IPPNU DKI Jakarta Nur Hamidah Wahid mengatakan, "Acara sosialisasi 5T ini sangat bagus dan berguna bagi para pemuda. Melihat realitas yang ada, banyak pemuda saat ini yang tergerus oleh perkembangan teknologi dan informasi sehingga mereka berleha-leha dengan kehidupan dan enggan memikirkan bagaimana nasib bangsa dan negara ini ke depan."

Ia menambahkan, IPPNU DKI Jakarta mendukung penuh Pemprov DKI Jakarta atas program sosialisasi 5T ini dengan harapan menumbuhkan rasa nasionalisme dan tanggung jawab para pemuda DKI Jakarta terkait ketertiban.

“Dan harapan kami, agar sosialisasi 5T ini dapat mengedukasi warga Jakarta terkait masalah ketertiban ini," kata Hamidah.

Diskusi ini bertujuan agar para pemuda di DKI Jakarta mengerti dan paham akan tugas-tugasnya sebagai warga Jakarta yang baik. Kesadaran ini berguna untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai kota yang tentram, aman, dan nyaman.

Acara ini diikuti oleh beberapa organisasi kepemudaan, yaitu IPPNU, BKPRMI, Karang Taruna, dan Forum Komunikasi Pemuda Sawah Besar. Forum ini dibuka oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan Taufan Bakri. (Red Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG