Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Asal Muasal Halal bi Halal

Asal Muasal Halal bi Halal
Halal bi halal NU Dauh Puri Kaja
Halal bi halal NU Dauh Puri Kaja
Denpasar, NU Online 
Ustadz Fathul Chodir dari Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur menceritakan istilah Halal bi Halal dicetuskan pertama kali oleh KH Wahab Chasbullah pada tahun 1946. Ketika itu Indonesia sedang dilanda disintegrasi bangsa.

"Bung Karno lalu memanggil KH Wahab Chasbullah untuk dimintai saran dan pendapatnya untuk mengatasi situasi politik Indonesia. Akhirnya berkat gagasan Kiai Wahab itulah halal bihalal menjadi tradisi bangsa Indonesia hingga saat ini," kata Ustadz Chodir pada Dialog Aswaja bertema Mengapa Harus NU? akhir pekan lalu.

Kegiatan dialog menjadi salah satu agenda pada Halal  bihalal Pengurus Ranting NU (PRNU) Dauh Puri Kaja, Denpasar, Bali. Ketua Panitia Pelaksana, Muhaimin Al-Farisi mengatakan, dialog dan halal bi halal diadakan untuk membumikan dan menumbuhkembangkan konsep ajaran Ahlussunah wal Jamaah di lingkungan Desa Dauh Puri Kaja.

"Kegiatan ini juga diharapkan bisa lebih mempererat erat tali persaudaraan, kemanusiaan, dan kebangsaan yang dalam trilogi Ukhuwah NU dikenal dengan ukhuwah islamiyah, basyariyah, dan wathaniyah dalam rangka momen untuk saling maaf memaafkan di bulan Syawal," tambahnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darunnajah Al Mas'udiyah Denpasar, dihadiri oleh tokoh masyarakat, organisasi alumni santri pondok pesantren, Muslimat NU, GP Ansor, PMII, dan masyarakat sekitar. Turut hadir Kepala Desa Dauh Puri Kaja, I Nyoman Gede Rismawan.

Dalam sambutannya, Rismawan mengimbau seluruh elemen masyarakat dan Nahdliyin untuk saling berkerjasama membangun desa. "Desa yang aman, damai, tenteram ini karena adanya NU di tengah-tengah kita," katanya. (Moh Nur Wakhid Al Hadi/Kendi Setiawan)
Posisi Bawah | Youtube NU Online