::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Perkuat Media Pesantren, SDC Gelar Madrasah Desain Nusantara

Sabtu, 10 November 2018 17:45 Daerah

Bagikan

Perkuat Media Pesantren, SDC Gelar Madrasah Desain Nusantara
Surabaya, NU Online
Santri Design Community (SDC) merupakan komunitas desain yang berasal dari kalangan pesantren. Dalam rangka memperkuat media pesantren, komunitas yang telah berdiri sekitar dua tahun ini menyelenggarakan Madrasah Desain Nusantara yang berlangsung di PWNU Jawa Timur, Sabtu hingga Ahad (10-11/11).

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini menghadirkan beberapa pakar yang memang sudah berkecimpung dalam dunia kreatif. Seperti Fauzi Priambodo selaku pemilik dan pendiri Giga Nusa, Teamwork, dan Bambu Runcing, Hari Usmayadi selaku Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU. Juga Helmy M Noor selaku profesional event organizer Cita Entertainment, dan Hakim Jayli yang merupakan Dirut TV9 Nusantara.

Menurut ketua pelaksana kegiatan ini, Zidni Nafi’ Akbar, kegiatan dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan hari santri. “Itulah mengapa segmen kegiatan kali ini menyasar kepada para santri,” jelasnya.

Selain itu, pentingnya memperkuat media pesantren juga menjadi landasan atas terlaksananya kegiatan ini. “Maka dari itu, SDC mengadakan kegiatan ini sebagai rangka menambah wawasan kepada perwakilan pesantren terutama desain poster, brosur, dan sebagainya,” ucap pria asal Kediri ini.

Ia juga menyinggung mengenai pentingnya melakukan sinergi antar pesantren, khususnya dalam hal penguatan media pesantren. “Hari ini kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri, tapi berjamaah. Termasuk pesantren harus ikut bersinergi,” imbuhnya.

Dodik Nurcahyo yang merupakan pendiri dari komunitas ini mengatakan bahwa alasan kegiatan dikhususkan kepada perwakilan pesantren karena santri memiliki keilmuan keagamaan. Dan itu harus bisa memberikan manfaat kepada siapapun, khususnya menjadi juru damai di masyarakat.

“Karena santri menguasai ilmu agama, punya tanggung jawab untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, khususnya di media sosial yang saat ini bisa dikatakan penuh caci maki,” jelas pria asal Ponorogo ini kepada NU Online.

Selain itu, ia juga memaparkan jika saat ini dalam melakukan dakwah perlu adanya sentuhan kreatif, khususnya dalam hal desain grafis. “Karena dakwah hari ini membutuhkan sentuhan dari dunia kreatif, khususnya desain. Misalnya pengajian, posternya menarik, backgroundnya menarik,” pungkasnya. (Hanan/Ibnu Nawawi)