Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Di Bantul Kiai Marzuqi Mustamar Ungkap Berbagai Manfaat Kenduren

Di Bantul Kiai Marzuqi Mustamar Ungkap Berbagai Manfaat Kenduren
​Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar saat Pembukaan Rutinan Majlis Zikir Hayatan Thoyyibah di halaman Masjid Nurul Huda Ngoto Jalan Imogiri Barat Km 6 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Ahad (26/6/2022) malam. (Foto: Bramma Aji Putra)
​Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuqi Mustamar saat Pembukaan Rutinan Majlis Zikir Hayatan Thoyyibah di halaman Masjid Nurul Huda Ngoto Jalan Imogiri Barat Km 6 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Ahad (26/6/2022) malam. (Foto: Bramma Aji Putra)

Bantul, NU Online

​Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar mengajak masyarakat untuk melestarikan tradisi kenduren. Sebab, menurutnya banyak manfaat yang dipetik dari tradisi kenduren. 


"Karena tradisi kenduren itulah penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam mencapai 90 persen," kata Kiai Marzuqi saat Pembukaan Rutinan Majlis Zikir Hayatan Thoyyibah di halaman Masjid Nurul Huda Ngoto Jalan Imogiri Barat Km 6 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Ahad (26/6/2022) malam.


Di hadapan seribuan jamaah, Pengasuh Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, Jawa Timur ini menegaskan bahwa kenduren adalah sunnah Rasul.


"Dulu pernah dilakukan oleh para sahabat, mereka berkumpul di masjid atau rumah, membaca syiir, lalu diakhiri makan dan minum bersama, tidak dilarang oleh Nabi bahkan direstui," urainya.


Ditambahkan, seluruh orang yang hadir dalam majlis dzikir akan diampuni oleh Allah swt. "Semuanya tak terkecuali, bahkan yang hanya datang, duduk dan tidur, bakal memperoleh ampunan Allah swt," jelasnya.


Apalagi makanan dan minuman yang dihidangkan dalam kenduren mendapat keberkahan doa. "Jika makanan dan minuman itu masuk dalam tubuh, maka tubuh kemasukan nur, cahaya, dan itu adalah keberkahan. Maka akan diampuni oleh Allah swt," beber Kiai Marzuqi.


Pihaknya juga menilai, lingkungan atau masyarakat yang masih menjaga tradisi kenduren akan dihindarkan dari penyusupan teroris. "Saya jamin, kampung atau perumahan yang masih ada kenduren, maka tidak akan mudah disusupi teroris. Masyarakat tenang, pemerintah dan negara aman," imbuhnya.


Sebelumnya, Pengasuh Majelis Zikir Hayatan Thoyyibah, Kiai Umaruddin Masdar menyebut bahwa majelis ini telah berlangsung sejak 2011. "Kami menggelar Majelis Zikir Hayatan Thoyyibah ini di beberapa desa di Bantul," ungkap Kiai Umar yang juga anggota DPRD DIY ini.


Pembukaan rutinan Majelis Zikir Hayatan Thoyyibah ini juga diwarnai pemberian santunan untuk yatim-piatu.


Kontributor: Bramma Aji Putra
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×