Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Bukan Kopi, Berikut Alternatif Pengganti Susu untuk Bayi

Bukan Kopi, Berikut Alternatif Pengganti Susu untuk Bayi
Ilustrasi. Bayi sedang minum susu. (Foto: NU Online/Freepik).
Ilustrasi. Bayi sedang minum susu. (Foto: NU Online/Freepik).

Jakarta, NU Online 
Ahli Gizi Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Fahmy Arif Tsani menyoroti kejadian viral di media sosial yang menayangkan seorang ibu mencekoki bayinya dengan kopi instan.

 

Dalam ketengan video, si ibu berdalih bahwa kopi yang diberikan kepada sang bayi mengandung susu yang diperlukan oleh bayi.

 

Alih-alih memberi kopi, Fahmy Arif Tsani menyarankan agar pemenuhan asupan protein dan kalsium bagi sang buah hati bisa diganti dengan produk turunan susu seperti keju.

 

“Susu yang akan dimanfaatkan adalah kandungan protein dan kalsiumnya yang tinggi pada minuman, yang bisa menggantikan ya produk olahan susu, semisal keju,” jabar Fahmy kepada NU Online, Selasa (24/1/2023).

 

Selain itu, Anggota Pengurus Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) itu menyampaikan orang tua juga bisa menggantikan susu dengan alternatif lain seperti buah-buahan.

 

“Kalau diartikan mengganti susu dengan minuman lain yang sehat (meski kandungannya tidak sama dengan susu), saya sarankan adalah jus buah yang kaya vitamin dan mineral,” ungkapnya.

 

Namun, perlu diingat bahwa buah yang dihidangkan pada anak dalam bentuk jus tidak mengandung gula tambahan.

 

“Ingat, jus buah banyak buahnya, bukan gula tambahannya,” kata dia.

 

Efek pascakonsumsi kopi
Terkait dengan efek pasca konsumsi kopi, Fahmy menjelaskan bahwa akibat kandungan kafein, antara lain:

 
  1. Gangguan tidur
  2. Jantung berdebar, berpotensi terjadi gangguan irama jantung
  3. Memicu kenaikan asam lambung lebih dini, yang dapat berimplikasi pada gangguan pencernaan
  4. Efek diuretik, yaitu sering keluar cairan/kencing menjadikan anak peminum kopi lebih berpotensi terjadi dehidrasi/kekurangan cairan.
 

“Soal sulit tidur, hal itu jelas kontraproduktif jika dikonsumsi anak/balita yang seharusnya jam tidur/istirahatnya lebih panjang dari usia dewasa,” ucap dia.

 

Usia ideal konsumsi kopi
Fahmy berpendapat bahwa anjuran kopi adalah untuk orang dewasa, bukan untuk anak-anak. Jika dipetakan dengan siklus kehidupan manusia, sebagai berikut:

 
  1. Bayi atau balita hingga anak usia 12 tahun: tidak konsumsi kopi
  2. Remaja 12 tahun - 18 tahun: sesekali boleh, tapi dengan pembatasan ketat
  3. Dewasa 18 tahun ke atas: boleh dengan tetap melihat proporsi sesuai kebutuhan atau tidak berlebihan.
 

“Misalnya, secangkir atau maksimal 2 cangkir bagi penggemar kopi,” tutupnya.

 

Pewarta: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Kesehatan Lainnya

Terpopuler Kesehatan

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×