Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Aneka Guyonan di Pengukuhan PBNU, Mulai NU Online Sampai NU Offline

Aneka Guyonan di Pengukuhan PBNU, Mulai NU Online Sampai NU Offline
Suasana pengukuhan PBNU di Balikpapan. (Foto: NU Online/Suwitno)
Suasana pengukuhan PBNU di Balikpapan. (Foto: NU Online/Suwitno)

Balikpapan, NU Online
Saat memberi sambutan pada Pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (31/1/2022), Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melempar guyonan saat menyapa Gubernur Kalimantan Timur H Isran Noor. Gus Yahya menyebut ada perbedaan antara dirinya dan Isran Noor di Nahdlatul Ulama.


“Kalau saya ini NU, NU saya NU offline,” kata Gus Yahya mengawali guyonnya kepada Isran Noor yang juga masuk dalam jajaran PBNU sebagai A’wan.


“Karena saya lahir dan tumbuh seumur hidup tidak pernah keluar dari pesantren. Kalau Pak Haji Isran Noor Ini NU-nya NU Online. Beliau menjalani ke-NU-annya secara virtual,” kata Gus Yahya disambut senyum yang hadir di Balikpapan Sport and Convention Center (Dome).


Guyonan ini merupakan salah satu respons Gus Yahya kepada Isran Noor yang dalam sambutannya sering mengeluarkan guyonan. Tak ayal, membuat Presiden Joko Widodo dan seluruh yang hadir tersenyum bahkan tertawa.


Di antara guyonan Isran Noor ini adalah ‘meledek’ Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas karena bingung dengan seragam yang harus dipakainya. “Kalau saya tidak ada beban. Yang jadi beban itu adalah Menteri Agama sampai kemarin itu lupa bawa baju. Kenapa, pasti stres,” candanya.


“Dia sebagai Menteri Agama. Kemudian yang diurusnya adalah salah satu ormas besar Nahdlatul Ulama, pimpinannya adik beliau sendiri,” katanya disambut tawa hadirin karena salah menyebut  jika Gus Yahya sebenarnya adalah kakak dari Gus Yaqut.


Namun, ia tetap melempar candanya seolah tak menghiraukan salah sebutnya itu. “Di samping itu juga ketua Pengurus Ansor. Jadi wajar saja sampai ketinggalan baju di Jakarta,” lanjutnya.


Dalam pengukuhan yang bersamaan dengan Peringatan Harlah Ke-96 NU ini memang banyak guyonan-guyonan yang mewarnai sambutan termasuk dari Presiden Joko Widodo. Dalam awal sambutannya, ia mengungkapkan mengapa ia memilih pakaian sarung saat hadir di pengukuhan tersebut.


“Tadi malam, saya bingung. Saya bertanya kepada Menteri Sekretaris Negara. Pak Menteri, besok pagi pakaiannya apa,” tanya Pak Jokowi kepada Mensesneg Pratikno.


“Pak, kalau yang Syuriyah pakai sarung, kalau yang Tanfidziyah pakai celana panjang.' Saya sampaikan ke Pak Menteri, 'Saya ikut Syuriyah aja, pakai sarung,'," ucap Jokowi disambut senyum dan tepuk tangan yang hadir.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×