Risalah Redaksi

Logo Baru sebagai Cerminan Visi Baru NU Online

Ahad, 8 September 2019 | 15:15 WIB

Logo Baru sebagai Cerminan Visi Baru NU Online

Pilihan bentuk, warna, hingga slogan baru menjadi penanda langkah baru yang makin mantap dan lebih luas.

NU Online menandai visi baru untuk menjadi sumber rujukan utama informasi keislaman di Indonesia dengan meluncurkan logo baru, berupa logotype bertuliskan "NU Online" dan logogram berupa dua lingkaran yang satu bulat penuh sedangkan yang satu terpotong dengan warna hijau dan hitam. Lingkaran penuh merupakan nilai-nilai inti Islam yang harus tetap dijaga dan terus diperjuangkan Nahdlatul Ulama. Lingkaran yang terpotong merupakan sikap terbuka terhadap kreativitas dan inovasi baru dalam mengembangkan layanan informasi kepada masyarakat.
 
Dalam usianya yang ke-16 tahun, NU Online telah belajar banyak bagaimana mengelola layanan informasi. Dalam perjalanan waktu ini, media ini sudah menjadi rujukan dalam konten-konten keislaman terutama bagi warga NU. Mengingat luasnya cakupan segmen kelompok Islam yang ada di Indonesia, termasuk di dalamnya orang-orang yang tidak mengidentifikasi diri sebagai pengikut ormas tertentu, maka NU Online mencoba melayani kebutuhan konten-konten keislaman mereka. Namun semuanya masih berakar dalam tradisi keagamaan NU.
 
Hal tersebut diperkuat dengan moto baru, yaitu Beranda Islam Indonesia yang menegaskan bahwa NU Online ingin menjadi referensi pokok informasi keislaman di Indonesia dengan nilai-nilai moderat dan toleran. Terdapat banyak sekali kebutuhan pengetahuan keagamaan Muslim di Indonesia. Kelompok-kelompok yang tidak mengidentifikasi diri sebagai warga NU dalam banyak praktik ibadahnya juga sama dengan yang dijalankan oleh warga NU karena sama-sama mengikuti mazhab Syafiiyah. Dengan demikian, ajaran keagamaan yang dijalankannya serupa dengan warga NU. 
 
NU Online banyak menekankan pada sajian yang berkenaan dengan ajaran-ajaran dasar keislaman, seperti puasa, shalat, zakat, dan lainnya. Ini merupakan materi yang dibutuhkan oleh semua Muslim, terlepas dari aliran atau organisasi yang diikutinya.  Selama ini pendidikan agama bagi Muslim di Indonesia hanya mencakup materi sangat mendasar karena hanya diajarkan dua jam pelajaran setiap minggu di sekolah. Akibatnya, kebutuhan pengetahuan agama harus diperoleh dari sumber lain, dan yang paling mudah diakses kini adalah melalui internet. 
 
Warna keislaman di Indonesia di masa yang akan datang sangat ditentukan oleh rujukan yang dibaca oleh warganet saat ini. Jika ajaran-ajaran yang mengedepankan makna literal dan tekstual Islam mendominasi wacana keislaman di dunia maya maka dapat diperkirakan bahwa Islam yang mewarnai Indonesia akan demikian juga di masa mendatang. Hal ini tentu akan menjadi masalah bagi bangunan kebangsaan Indonesia yang penuh dengan keragaman. Karena itu, NU Online berusaha menjadikan Islam moderat tetap sebagai arus utama cara berkeislaman di Indonesia mengingat saat ini ada upaya masif dari kelompok tertentu untuk mengubah cara pandang beragama di Indonesia menjadi lebih ekskusif.  Dengan menyasar kelompok millennial dan generasi Z yang merupakan kelompok pengguna internet terbesar, maka perubahan pandangan tersebut berpotensi akan dibawa selama hidup mereka. 
 
Dalam konteks perluasan segmen pembaca ini, NU Online tidak mengurangi konten-konten tentang ke-NU-an yang selama ini sudah terkelola dengan baik seperti fragmen, pesantren, atau warta daerah yang kebanyakan berisi kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan NU. NU Online tentu akan tetap mempertahankan tulisan-tulisan yang menginspirasi warga NU dengan kisah-kisah sukses dari wilayah, cabang, atau bahkan individu tertentu dalam mengembangkan NU di daerahnya. Replikasi kisah sukses ini akan memungkinkan NU maju secara lebih cepat dan merata. Sebuah inovasi baru bisa datang dari mana saja, tidak selalu muncul dari daerah-daerah NU yang sudah mapan seperti di Jawa Timur atau Jawa Tengah. 
 
NU Online akan menambah produksi tulisan-tulisan yang ditujukan untuk segmen pembaca Muslim secara umum. Konten keagamaan sedemikian luasnya untuk dibahas sehingga tidak akan ada habisnya. Kisah hikmah atau teladan yang dilakukan oleh Rasulullah, sahabat, dan para ulama menjadi pesan moral keagamaan yang layak untuk diikuti oleh siapa saja, dari organisasi Islam apa saja, bahkan lintas agama. Konten seperti ini ditulis dan tersebar dalam banyak kanal untuk memberi panduan dalam berperilaku. Banyak hal bukan tentang benar atau salah tetapi terkait dengan baik atau buruk. Hal lain yang kami sajikan yang ditujukan untuk segmen Muslim yang lebih umum salah satunya adalah kanal fiqih perbandingan yang membahas satu persoalan dari berbagai mazhab fiqih. Ini untuk memperluas wawasan warganet dalam sebuah persoalan keagamaan. Dengan demikian, diharapkan mereka lebih terbuka dalam menerima perbedaan. 
 
Ide tentang pembuatan logo baru telah muncul pada awal 2018. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan lomba desain logo yang disebarkan kepada jaringan desainer di lingkungan Nahdlatul Ulama. Terdapat puluhan desain dikirimkan ke redaksi. Tim NU Online kemudian melakukan seleksi dari logo-logo yang masuk. Terpilihlah karya Hilal Nasrullah, aktivis komunitas Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara yang juga merupakan santri di Pesantren Al Munawwir Krapyak. Logo tersebut lantas mengalami sedikit perbaikan dan penyesuaian. Terima kasih kepada para desainer yang telah berkontribusi menuangkan idenya. Selamat kepada Hilal yang telah mampu menerjemahkan visi baru NU Online dalam sebuah kreasi yang indah. (Achmad Mukafi Niam)