Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Masjid Rusak Akibat Gempa, Warga Cianjur Jumatan di Jalan

Masjid Rusak Akibat Gempa, Warga Cianjur Jumatan di Jalan
Suasana shalat Jumat di Kampung Sudi, Desa Nagrag, Cianjur, Jawa Barat. Warga terpaksa Jumatan di jalan, Jumat (25/11/2022). (Foto: SS YouTube NU Online)
Suasana shalat Jumat di Kampung Sudi, Desa Nagrag, Cianjur, Jawa Barat. Warga terpaksa Jumatan di jalan, Jumat (25/11/2022). (Foto: SS YouTube NU Online)

Cianjur, NU Online
Masyarakat di Kampung Sudi, Desa Nagrag, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terpaksa harus menyelenggarakan shalat Jumat di tengah jalan, Jumat (25/11/2022). Hal ini karena kondisi masjid masih tidak memungkinkan digunakan untuk shalat Jumat. Masjid rusak lantaran diguncang gempa bumi.


Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Miftachul Hasanah, Kiai Ahmad Ridwan menyampaikan, keputusan melaksanakan shalat Jumat di tengah jalan merupakan hasil musyawarah dengan warga jamaah masjid. Warga memandang bahwa kondisi masjid masih cukup mengkhawatirkan.


“Mengenai shalat Jumat yang dilaksanakan, sehubungan di Kampung Sudi ini masjidnya tidak bisa dipakai, sehingga kita bermusyawarah dengan tokoh masyarakat apakah tetap akan dilaksanakan di masjid atau di tempat terbuka seperti ini, ternyata banyak yang menginginkan seperti ini,” ujarnya dalam video di channel YouTube NU Online, Jumat siang.


Masyarakat di kampung ini, kata dia, masih trauma dan waswas terhadap peristiwa gempa bumi. Menurut Kiai Ridwan, kondisi alam di desanya belum stabil, dihantui akan terjadinya gempa susulan.


“Kalau malam datang, kami khawatir ada gempa susulan lagi,” jelas pria yang juga khatib shalat Jumat ini.


Ia menyampaikan, sebelum dilaksanakan shalat Jumat, jamaah turut membacakan tahlil kepada para korban jiwa. Begitu juga setelah shalat Jumat, jamaah menggelar shalat ghaib untuk warga Cianjur yang harus kehilangan nyawa karena bencana alam tersebut.


“Sebelum shalat Jumat ada hadiah tahlil. Setelah shalat Jumat diadakan shalat ghaib untuk korban-korban gempa bumi,” ungkapnya.


Ia juga mengajak segenap elemen masyarakat untuk turut mendoakan agar situasi Cianjur segera kembali normal. “Tolong doakan kami bisa pulih kembali, bisa sehat, bisa kumpul dengan keluarga,” harapnya.


Gempa bumi Cianjur memakan korban tak sedikit. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (22/11/2022) pukul 17.00 WIB, tercatat 268 korban meninggal dan 150 orang dilaporkan hilang, 1.083 orang luka-luka, dan 58.362 jiwa mengungsi.


Di samping itu, sebanyak 22.198 rumah rusak, 12.641 di antaranya rusak berat, selebihnya rusak sedang dan ringan. Tetapi, tetap riskan untuk ditinggali.


Warga Cianjur masih terus dihantui bencana. Gempa ternyata tidak berhenti pada pertama kali terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa kerap terjadi gempa susulan. Per Jumat (25/11/2022) pukul 09.00 WIB, BMKG melaporkan sebanyak 237 kali gempa susulan terjadi dengan kekuatan terbesar yakni magnitudo 4,2 dan paling kecil magnitudo 1,2.


Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Musthofa Asrori





Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×